Bonus Demografi

M. Hatta

Drs. Muhammad Hatta, Bonus demografi adalah bonus atau peluang (window of opportunity)

 IPKB Kaltim.com-Dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, Indonesia akan mendapat suatu momentum untuk menjadi bangsa yang adil, makmur dan sejahtera. Momentum yang pasti akan datang dan tidak bisa dibendung  dikenal dengan istilah Bonus Demografi (Demographic Bonus).

Bonus demografi adalah bonus atau peluang (window of opportunity) yang disebabkan dari adanya kelahiran tercegah antara periode tahun 1970 hingga 2000-an yang jumlahnya berkisar 80 juta jiwa.

Kelahiran tercegah ini terjadi karena adanya pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia yang gencar dan berhasil dilakukan pada periode tahun 1970 hingga 2000.

Dari keberhasilan program KB inilah menghasilkan sebuah kondisi dimana penduduk usia produktif akan meningkat jumlahnya dan berpotensi menjadi engine of growth bagi perekonomian.

Kondisi tersebut ditandai dengan bertambahnya penduduk usia angkatan kerja menjadi lebih banyak dengan rasio angka ketergantungan menjadi pada titik terendah yakni berkisar 44/100 atau setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 44 orang tidak produktif atau dengan kata lain jumlah penduduk dengan kelompok umur 15 sampai dengan 64 tahun akan memiliki proporsi yang lebih besar bila dibandingkan penduduk dengan kelompok umur 0 sampai dengan 14 tahun dan penduduk 65 tahun ke atas.

Untuk memantapkan pemanfaatan kondisi tersebut, tentunya peran pemerintah dalam mempersiapkan penduduk kelompok umur angkata kerja  sangat diperlukan agar mereka menjadi tenaga yang siap untuk memasuki pasar kerja.

Bila pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang dilakukannya secara konsisten dan memperhatikan aspek pembangunan yang berwawasan kependudukan, maka bonus demografi akan menjadi peluang untuk peningkatan kesejahteraan penduduk di Indonesia.

Namun yang menjadi pertanyaan saat ini apakah pemerintah mampu memanfaatkan bonus demografi ini untuk menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan sejahtera ataukah malah gagal memanfaatkannya?

Menurut para pakar demografi, periode bonus demografi di Indonesia akan terjadi pada periode tahun 2020 hingga 2030 dan bila saat itu tiba namun tidak dimanfaatkan, dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang rendah dan lebih banyak pengangguran, maka akan terjadi badai dasyat yakni badai demografi.

Sementara itu, bila dilihat dari kondisi kualitas penduduk di Indonesia dewasa ini, 60% adalah lulusan sekolah dasar atau bahkan lebih rendah, angka kematian ibu  masih berkisar 228/100,000 kelahiran hidup, angka kematian bayi  sebesar 34/1,000 kelahiran hidup, angka kemiskinan sebesar 31.02 juta atau 13.3% dari total penduduk Indonesia yang sekitar 240 juta jiwa, dan angka pengangguran yang sebesar 7.14% dari tabel angkatan kerja yang sekitar 116.5 juta jiwa.

Kondisi tersebut juga terjadi di Provinsi Kalimantan Timur walaupun sedikit lebih rendah dari kondisi nasional di Indonesia dimana angka kematian bayi sebesar 21/1,000 kelahiran hidup, angka kematian anak sebesar 10/1,000 kelahiran hidup, angka kematian anak dibawah 5 tahun sebesar 31/1,000 kelahiran hidup, dan angka kemiskinan sebesar 7.6% dari total penduduk hasil sensus penduduk tahun 2010 sebesar 3.55 juta jiwa.

Dari gambaran tersebut di atas, sudah jelas bila kita tidak melakukan perubahan dan persiapan menyonsong bonus demografi, maka potensi bonus demografi ini akan terlewatkan.

Menurut Sonny Harry B. Harmadi, Ketua Koalisi Indonesia untuk  Pembangunan dan Kependudukan, mengungkapkan bagaimanapun itu yang disebut dengan bonus demografi adalah bagai pisau bermata dua. Disatu sisi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi namun disisi lain bisa menciptakan instabilitas sosial.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, sudah seharusnya pemerintah dengan bijak untuk mengkaji dan mewaspadai dampak lonjakan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, termasuk di Provinsi Kalimantan Timur yang saat ini pertumbuhan pendudukanya sebesar 3.82% terutama di wilayah perkotaan.

Pemerintah sudah saatnya melakukan aksi yang berkaitan dengan penyiapan SDM yang berkualitas dan lapangan pekerjaan yang akan menampung SDM yang berkualitas tersebut sehingga nantinya mereka bisa menabung dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Beberapa hal-hal yang harus dipersiapkan oleh pemerintah dalam menyongsong bonus demografi antara lain:

  1. Pelaksanaan program kependudukan dan KB yang kuat dan berhasil;
  2. Generasi muda yang berkualitas yang ditunjang melalui pendidikan yang mempunyai standar kompetensi yang berkualitas agar siap dan dapat bersaing saat memasuki pasar kerja;
  3. Lapangan kerja yang banyak dan semakin terbuka;
  4. Derajat kesehatan penduduk yang berkualitas melalui intervesi perbaikan gizi anak sejak masa kehamilan;
  5. Pemberian hak dan kesempatan yang sama kepada perempuan dalam menempuh pendidikan dan bekerja;
  6. Pemberian hak dan kesempatan yang sama bagi unit usaha kecil dalam mengakses modal;
  7. Fasilitasi penyadaran konsep berwawasan kependudukan di kalangan generasi muda dan remaja khususnya dalam upaya menyikapi masalah kependudukan dan peluang bonus demografi ini karena merekalah pemilik masa depan Indonesia kelak.

Bonus demografi memang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, butuh keseriusan dari pemerintah agar potensi tersembunyi dari bonus demografi dapat dimanfaatkan untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang sejahtera.

 Semoga tulisan ini bermanfaat untuk dijadikan bahan renungan agar kita tidak kehilangan peluang dan kesempatan dalam memanfaatkan bonus demografi yang akan dan pasti datang dihadapi bangsa Indonesia.

Ditulis oleh Drs. Muhammad Hatta

 

0 Comments



You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment